Show simple item record

dc.contributor.authorArsyad, Lincolin
dc.date.accessioned2025-09-23T07:44:21Z
dc.date.available2025-09-23T07:44:21Z
dc.date.issued2006-07-05 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.uri-
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/26960
dc.description.abstractTulisan ini membahas sifat dan arti penting lembaga keuangan mikro (LKM) dalam pembangunan ekonomi. Bukti-bukti dari beberapa negara sedang berkembang (NSB) menunjukkan bahwa LKM telah berkembang tidak hanya sebagai lembaga keuangan per se tetapi juga sebagai alat pembangunan (development tools) di dalam mengentaskan kemiskinan. Lebih dari itu, bukti-bukti juga menunjukkan pula bahwa LKM selain berperan penting sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediaries) yang mampu meningkatkan proses pendalaman sistem keuangan (financial deepening) juga mempunyai dampak yang positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat miskin, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan tabungan masyarakat.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jieb/article/view/6511/5127
dc.rights['Copyright (c) 2006 Journal of Indonesian Economy and Business', 'http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0']
dc.subject['Economics', 'microfinance institutions; institutionist approach; welfarist approach; microfinance role']
dc.titleMICROFINANCE INSTITUTIONS AND ECONOMIC DEVELOPMENT Evidence from Developing Countries
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/6511
dc.journal.info['Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB); Vol 21, No 3 (2006): July; 236 - 253', '2338-5847', '2085-8272']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record