Show simple item record

dc.contributor.authorMubyarto, Mubyarto
dc.date.accessioned2025-09-23T07:51:21Z
dc.date.available2025-09-23T07:51:21Z
dc.date.issued2000-10-01 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.uri-
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/27193
dc.description.abstractCukup menarik dan patut dihargai perdebatan para ekonom kita dalam mendiagnosa penyakit-penyakit ekonomi Indonesia khususnya sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 1997. Perdebatan-perdebatan tersebut banyak membantu masyarakat umum lebih memahami masalah-masalah mendasar yang dihadapi. Tetapi ada kalanya masyarakat tidak mengerti, bahkan bingung jika perbedaan pendapat pakar-pakar ekonomi ini demikian jauh. Dengan merujuk buku karangan Robert Heilbroner dan William Millberg, The Crisis of Vision on Modern Economic Thought (1995) artikel ini ingin menghimbau ekonom Indonesia lebih berpijak di bumi Indonesia dan selalu berpikir dalam konteks ideologi bangsanya yaitu Pancasila dalam menguraikan buah pikirannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jieb/article/view/39142/22199
dc.rights['Copyright (c) 2018 Journal of Indonesian Economy and Business', 'http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0']
dc.subjectVision on Economic Thought, People’s Economy
dc.titleECONOMIC ANALYSIS WITHOUT VISION
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/39142
dc.journal.info['Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB); Vol 15, No 4 (2000): October; 397-403', '2338-5847', '2085-8272']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record