Show simple item record

dc.contributor.authorMubyarto, Mubyarto
dc.date.accessioned2025-09-23T07:57:56Z
dc.date.available2025-09-23T07:57:56Z
dc.date.issued1989-04-19 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.uri-
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/27419
dc.description.abstractDalam suatu pertemuan ilmiah pernah ada pernyataan luguyang mengesanhan pengeitian ekonomi sebagai sesuatu yang salah, yang tidakseharusnya diperkembangkan. Dinyatakan sebagai semacam protes bahwa "sekarangini kok nampaknya pariwisata pun sudah diekonomikan"! Mudah-mudahan yangdimaksudkan adalah bahwa pariwisata sudah "dikomersialkan" bukan"diekonomikan". Dan pengeitian ekonomi memang berbeda dengan komersial,meskipun memang dalam buku-buku teks ekonomi diajarkan bahwa ekonomi yangmaju adalah ekonomi yang semakin komersial.Konsep ekonomi moral yang akan kami bahas sekarang ini tidaklah sama sekaliberbeda dengan moralitas yang mendasari pikiran Smith dalam The Moral Sentiment.Moralitas secara umum bisa diartikan sebagai (kepatuhan pada) aturan hidup yangbijaksana, yang berarti mengandung tujuan baik dan bagi kebaikan semua orang. Danekonomi moral tidak lain adalah suatu (aturan) kehidupan berekonomi di manaberbagai kepentingan ekonomi dalam masyarakat bersifat tenggang-menenggang(secara otomatis) tanpa perlu ada campur tangan pihak ketiga untukmengembangkannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jieb/article/view/40730/22750
dc.rights['Copyright (c) 1989 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Journal of Indonesian Economy and Business)', 'http://creativecommons.org/licenses/by-sa']
dc.subjectnan
dc.titleEKONOMI MORAL
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/40730
dc.journal.info['Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB); Vol 4, No 1 (1989): April; 83-92', '2338-5847', '2085-8272']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record