Strategi Luar Biasa untuk Penurunan Kematian Ibu dan Bayi
Abstract
Di berbagai daerah jumlah absolut kematian ibumeningkat tajam. Kematian bayi juga meningkat.Peningkatan ini tentunya sasaran Millenium DevelopmentGoals (MDG)4 dan MDG5 sulit tercapai.Pada konteks ini, kesehatan ibu dan anak (KIA) telahbanyak dilakukan penelitian yang menghasilkandoktor baru, tulisan di jurnal dan berbagai hal lain.Namun dampak untuk penurunan kematian ibu tidaksignifikan, bahkan di berbagai daerah ada peningkatan.Sebagai komplemen berbagai penelitian perludilakukan rencana aksi di daerah dengan pendekatancommon-sense. Pendekatan ini mengacu padasifat luhur manusia yang mampu menggunakan akalsehat dan naluri.Pendekatan sense making menggunakan langkahlangkah sebagai berikut: 1) Menggunakan konsep-konsep universal untuk memahami masalahyang terjadi di KIA; 2) Mengidentifikasi fakta dilapangan dalam level kabupaten; 3) Melakukanpemahaman dan pemaknaan mengenai data denganperspektif konsep-konsep universal (sense making);4) Melakukan usulan respons dalam kebijakan danmanajemen program untuk mengatasi masalah yangterjadi; (5) Usulan respons kebijakan dan manajemenprogram tertuang dalam dokumen yang berisikebijakan dan manual manajemen yang komprehensif;(6) melakukan aksi perubahan berbasis responsdi berbagai tempat secara sukarela dan dimonitorproses dan evaluasi dampaknya; dan (7) melakukanevaluasi terhadap aksi perubahan yang dilakukanuntuk perbaikan kebijakan. Berbagai langkah dapatdiuraikan lebih rinci agar dapat operasional. Langkah1: Konsep-konsep universal yang dipergunakan.Penanganan KIA memerlukan pendekatan sistemkesehatan dengan komponen-komponen yang mencakup:(1) pelayanan kesehatan dan tindakan masyarakatdi hulu dan hilir; (2) fungsi-fungsi dalamsistem kesehatan misal pemberi pelayanan, regulasi,pembiayaan, pembayaran Sumber DayaManusia (SDM), perubahan perilaku masyarakat;dan (3) perlunya reformasi sistem pelayanankesehatan KIA. Prinsip-prinsip universal yangdigunakan mencakup: continuum of care, koordinasiyang baik antar berbagai pihak, membedakan antaradaerah maju banyak fasilitas dan tenaga dengandaerah yang kurang, mutu pelayanan dankeselamatan ibu dan bayi, dan menggunakansemaksimal mungkin pembiayaan negara untukmengurangi angka kematian.Langkah 2: Mengidentifikasi fakta. Data mengenaikematian ibu dan bayi perlu diindentifikasi. Selanjutnyadilakukan langkah 3 dengan dilakukan pemahamandan pemaknaan data dalam perspektifkonsep universal dan situasi lokal. Pemahaman danpemaknaan data ini dilakukan dalam kerangka pertanyaan:Reformasi kebijakan apa yang akan dilakukandi level kabupaten? Penguatan manajemen apa yangakan dilakukan?Langkah 4. Usulan respons lokal mencakupperlunya kebijakan KIA yang mencakup perbaikan dihulu dan di hilir. Usulan kebijakan tersebut antara lain:penggunaan kematian absolut sebagai indikatorkinerja sistem, perbaikan tata kelola sistem pelayananKIA, dan reformasi kebijakan yang tidak terbataspada Jampersal saja. Reformasi kebijakan mencakupperbaikan aspek pembiayaan jaminan bagi ibuyang bersalin, perbaikan mekanisme pembayaranbagi lembaga dan tenaga kesehatan; perbaikan pengorganisasianpelayanan kesehatan KIA yangmencakup hulu, rujukan dan hilir; penguatan kebijakanregulasi; dan peningkatan promosi kesehatanuntuk memperbaiki perilaku masyarakat. Secarakhusus dalam paket kebijakan ini ditekankan mengenai:peningkatan kemampuan pre-emptive strikedalam rujukan terencana sehingga mengurangi rujukanemergency; perbaikan jalur rujukan; pengarahanpembiayaan negara untuk ibu-ibu bermasalah; danperbaikan mutu pelayanan dan keterlibatan aktif paraspesialis dalam pengurangan kematian ibu dan anak.Langkah 5 berupa penulisan draft kebijakan danmanual manajemen. Mengapa menggunakan modelmanual di kabupaten? Jawabannya adalah bahwaprogram KIA sangat rumit yang melibatkan banyaklembaga dan banyak profesi. Melalui cara manualdiharapkan masalah yang kompleks ini dapat dicarisolusinya dan dapat dilakukan pengembangansecara sistematis. Lebih jauh lagi, dengan adanyamanual sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak,peranan tenaga pembantu teknis (konsultan) dalamKIA akan lebih mudah dilakukan.176 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 4 Desember 2011Laksono Trisnantoro: Strategi Luar Biasa untuk Penurunan Kematian Ibu dan BayiDiharapkan usulan ini dapat diuji di beberapadaerah terpilih sebagai langkah 6 yaitu melakukanaction berbasis respons di berbagai tempat dandimonitor proses dan evaluasi dampaknya (Langkah7). Langkah 7 ini sangat penting karena sebagai usulanyang luar biasa tentunya harus dapat diukur hasilperubahannya. Pengukuran ini dilakukan denganindikator jumlah kematian ibu dan bayi absolut disebuah kabupaten.Pertanyaan yang akan terus berkembang dalampenyusunan dan pelaksanaan perubahan kebijakandan manajemen program KIA di kabupaten adalah:Apakah perubahan kebijakan dan manajemen KIAini logis dan masuk akal (making sense)? Apakahmengandung pembaharuan yang luar biasa untukusaha pengurangan kematian ibu dan anak? Apanyayang baru? Apakah usulan ini dapat berjalan ataukahhanya di atas kertas saja? Apa bukti-bukti yang dapatmendukung usulan ini? Sebagai catatan akhir, andaikatausulan ini dianalisis tidak logis dan tidak dapatdiaplikasikan, apakah ada alternatif perubahan kebijakandan manajemen untuk mengurangi kematianibu dan anak di kabupaten? Laksono Trisnantoro(trisnantoro@yahoo.com)
Date
2013-12-11Author
Trisnantoro, Laksono
Metadata
Show full item recordURI
https://jurnal.ugm.ac.id/jmpk/article/view/2566http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/29276
