Strategi Pengasuhan pada Pasangan Long Distance Marriage yang Memiliki Anak Usia Dini
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran strategi pengasuhan serta apa saja kendala yang dihadapi pasangan long distance marriage yang memiliki anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain metode fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini merupakan 1 orang pasangan long distance marriage yang memiliki anak usia dini. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai rintangan yang harus dihadapi pasangan LDM terkait dengan peran ganda, komunikasi,perbedaan pendapat, perasaan kesepian dan kekhawatiran menambah beban pasangan serta perasaan bersalah pada anak. Menghadapi hal ini, pasangan long distance marriage menyiasati dengan memanajemen kegiatan, memanajemen emosi, serta manajemen stress. Meskipun terpisah jarak dan waktu pasangan long distance marriage mendidik anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya yaitu dengan melakukan reasoning dengan cara menanamkan nilai al-qur’an & adab, mengajari praktik life, kemandirian serta mengontrol emosi. Engagement/attention yang dilakukan agar tetap disiplin dalam mengajarkan anak, konsisten dalam menanamkan nilai moral serta melakukan power assertion dengan cara memberikan reward berupa ucapan terimakasih dan hadiah tanpa diberitahu serta punishment berupa menunda sesuatu yang diinginkan oleh anaknya. Pemaknaan yang mereka ambil dari long distance marriage ialah lebih menghargai kebersamaan, lebih belajar manajemen diri baik fisik maupun mental dengan harapan tetap bisa melakukan pengasuhan yang ideal.
Date
2025-08-19Author
["Fi'liyah, Munawaratul", 'Hidayat, Febrian Arif', 'Maryanto, Hari']
Metadata
Show full item recordURI
https://jurnal.ugm.ac.id/paradigma/article/view/100140http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/30272
