Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
Pemberdayaan Perempuan dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi;
Jejak Nepotisme: Mengurai Benang Kusut Ketidakadilan;
Referendum Timor Timur - Seri I;
Mengkaji Opsi Revisi UU ITE

Abstract
Di akhir tahun 2023, Indonesia mendapat kado spesial dengan diakuinya bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO. Hal ini menandakan bahwa bahasa Indonesia telah melanglang dunia dengan dipakai lebih dari 275 juta penutur dan masuknya kurikulum bahasa Indonesia di 52 negara di dunia, membuat kita semakin bangga pada bahasa pemersatu ini.
Buku berjudul Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ini membahas bahasa Indonesia mulai dari sejarah, ragam dan konsep bahasa Indonesia, kaidah PUEBI, kalimat efektif, paragraf, plagiarisme, penulisan kutipan, daftar pustaka, aplikasi sitasi, hingga penulisan karya ilmiah. Buku ini dapat menjadi referensi untuk mahasiswa memperdalam bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Selain itu, isi dari buku ini sangat relevan diterapkan tidak hanya di satu mata kuliah saja tetapi di setiap mata kuliah bahkan dalam pengerjaan tugas akhir atau skripsi. Pemberdayaan SDM khususnya bagi perempuan membutuhkan wadah dan media dalam menyebarkan informasi guna mempermudah dalam pencapaian tujuan yang diharapkan pada komunikasi kelompok Pekka. Penggunaan pisau analisis sangat dibutuhkan, yaitu dengan komunikasi menjadi alat utamanya, komunikasi kelompok bonafide sebagai grand teori, dan komunikasi partisipatif, pemberdayaan masyarakat serta kemandirian ekonomi untuk menyukseskan implementasi pemberdayaan kemandirian ekonomi perempuan.
Buku ini dirasa penting sebagai suatu implementasi keilmuan dan kepakaran yang penulis miliki. Pemberdayaan perempuan ini merupakan basis gender dan partisipasi perempuan melalui peranan dan tanggung jawabnya dalam keluarga. Kontribusi dan peranan sebagai individu dalam kelompok, dan lingkungan di mana ia berada.
Buku ini juga dapat memberikan pencerahan terkait pemberdayaan perempuan, dan peranannya di masyarakat. Hal ini diharapkan dapat sebagai referensi dan bahan bacaan, serta dapat mendukung materi bacaan bagi penelitian berikutnya yang lebih komprehensif. Pembahasannya memuat cakupan materi tentang komunikasi pembangunan, komunikasi partisipatif, gender, dan pemberdayaan perempuan. Jejak Nepotisme akan membawa pembaca pada sebuah perjalanan sejarah tentang bagaimana pejabat negara telah lama terlibat dalam praktik nepotisme tanpa adanya tindakan yang tegas untuk menangani kasus-kasus tersebut. Namun, tak sekadar membahas praktik nepotisme dalam konstruksi pemerintahan dalam negara. Tujuannya bukan untuk menyalahkan, melainkan lebih pada kesadaran bagaimana nepotisme dapat terjadi tanpa melanggar aturan yang ada. Selain itu, buku ini juga mencatat bagaimana nepotisme telah menjadi bagian dari budaya politik di banyak negara. Namun, hal itu tidak selalu dipandang sebagai tindakan yang slaah atau melanggar hukum. Bagi sebagian, praktik ini dianggap sebagai cara yang sah untuk memperkuat hubungan sosial dan memastikan kesetiaan dalam lingkaran kekuasaan. JAKARTA - Pengamat energi dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, meminta PT Pertamina (Persero) mengembangkan kualitas dan teknologi kilang-kilang miliknya. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik digunakan untuk menjerat mereka yang melancarkan kritik. Presiden meminta anak buahnya mengkaji opsi revisi setelah muncu kritik terhadap pemerintah. Usul membuat pedoman penafsiran lebih kental ketimbang revisi
Date
20242022
2024
2019
2022
Author
Marlina Eliyanti Simbolon
Fazrul Prasetya Nur Fahrozy
Sindi Ladya Baharizqi
Ana Kuswanti
Dzakwan Mu'aafi
Pusat Data dan Analisa Tempo
Pusat Data dan Analisa Tempo
