Show simple item record

dc.contributor.authorMARYANI
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-25T04:41:50Z
dc.date.available2025-11-25T04:41:50Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/71609
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/46377
dc.description.abstractPasar merupakan tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi. Selama aktivitas ekonomi berlangsung terjadi interaksi antara pedagang, pembeli dan pemasok barang dagangan serta pemerintah. Penelitian ini dilakukan di pasar Imogiri dengan fokus adaptasi pedagang pasca revitalisasi pasar tradisional. Pemilihan lokasi penelitian di daerah Bantul karena mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian dan perdagangan. Pada saat gempa 2006 aktivitas ekonomi di daerah ini terhambat karena beberapa pasar roboh. Pasar Imogiri salah satu pasar yang mengalami kerusakan parah akibat gempa 2006. Langkah pemerintah untuk mengembalikan aktivitas ekonomi dengan merevitalisasi pasar Imogiri. Penelitian ini meminjam teori Merton. Merton menyebutkan terdapat 4 bentuk adaptasi yakni konformitas, inovatif, ritualism, dan retreatism. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan metode ini atas pertimbangan bahwa pedagang di pasar Imogiri tidak hanya beradaptasi dengan kondisi lingkungan fisik, tetapi juga lingkungan sosial. Proses ini tidak ditemukan di pasar lain yang tidak mengalami pemindahan lokasi pasar. Unit analisis penelitian adalah pedagang sebagai pelaku ekonomi di pasar Imogiri. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan terlibat, wawancara langsung dan penelusuran dokumen. Hasil pengamatan, wawancara dan penelusuran dokumen yang telah terkumpul kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pasar Imogiri telah merubah bangunan pasar. Adanya perubahan bangunan pasar mengharuskan pedagang menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan fisik yang baru. Adaptasi semacam ini disebut sebagai bentuk adaptasi fisik. Bentuk adaptasi fisik yang dilakukan oleh pedagang di pasar Imogiri bervariasi. Variasi bentuk adaptasi pedagang yang ditemukan di pasar Imogiriantara lain, kerjasama, menambah jumlah barang dagangan, menambah variasi barang dagangan, berpindah tempat untuk menjajakan barang dagangan dan tetap bertahan. Seorang pedagang tidak hanya melakukan adaptasi melalui satu cara. Ada pedagang yang melakukan adaptasi menggunakan dua cara atau lebih. Ada pula pedagang yang tidak melakukan adaptasi karena usahanya sudah maju
dc.language.iso-
dc.publisherFakultas ISIPOL S2 Sosiologi
dc.titleADAPTASI PEDAGANG PASAR IMOGIRI PASCA REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI BANTUL
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/71609
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record