Gender Assessment pada Dampak Pandemi Covid-19 Secara Sosial, Ekonomi, dan Psikologi di Kota Malang, JawaTimur
Abstract
Pandemi ini juga telah menimbulkan ‘shadow pandemic’, dimana UN Women menemukan peningkatankekerasan pada perempuan dan anak perempuan sejak Covid-19. Secara budaya perempuan cenderung dituntut menyelesaikan pekerjaan domestik dari pada laki-laki. Di Kota Malang sendiri, pandemi telah menimbulkan kemiskinan ekstrem yang mencapai 4,4% atau 38,77warga dalam kondisi miskin pada tahun 2021. Oleh karena itu penelitian ini memfokuskan apakah ada perbedaan dampak pandemi Covid-19 pada aspek ekonomi, sosial dan psikologi pada perempuan dan laki-laki di Kota Malang? Teori gender berkaitan dengan pembagian kerja, partisipasi, kesejahteraan individual,serta akses dan layanan publik digunakan sebagai pisau analisis dengan pendekatan kuantitatif eksplanatif. Hasil uji statistik Mann-Whitney U pada tiga variabel: aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek psikologi menunjukkan ada perbedaan dampak pandemi pada aspek ekonomi,aspek sosial dan aspek psikologi antara laki-laki dan perempuan pada alpha 10% dengan tingkat kepercayaan 90%. Pada aspek ekonomi, perempuan lebih terdampak dari pada laki-laki terutama pada kegiatan ekonomi dan sumber daya, serta pekerjaan di wilayah domestik yang tidak dibayar. Pada aspek sosial, pandemi membuat perempuan merasa semakin tidak aman berada di ruang publik, karena perempuan cenderung menjadi sasaran tindak kriminalitas termasuk kekerasan. Dalam aspek psikologi perempuan lebih mengalami kecemasan tetapi lebih mampu mengelola stress dibandingkan laki-laki.
Date
2025-08-31Author
Kholifah, Siti
Metadata
Show full item recordURI
https://jurnal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/90253http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/55107
