Show simple item record

dc.contributor.authorMahfudz Junaedi
dc.date.accessioned2018-12-13T14:09:57Z
dc.date.accessioned2026-05-20T21:26:39Z
dc.date.available2026-05-20T21:26:39Z
dc.date.issued2018-12-13T14:09:57Z
dc.identifier.urihttps://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/yinyang/article/view/2104
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/55173
dc.description.abstractDi tengah perubahan sosial yang terus terjadi saat ini, perceraian di Wonosobo meningkat cukup tinggi, bahkan dapat dikatakan terjadi dalam skala besar. Secara umum, incedence of cererce adalah akar penyebab faktor ekonomi adalah kemampuan suami dalam rumah tangga yang berevolusi dalam perselisihan dan perselisihan yang tidak pernah berhenti. Perceraian lebih dominan dari istri karena faktor ekonomi dan perselisihan. Faktor lain adalah pihak ketiga (selingkuh), dan kurangnya kedewasaan, sedangkan peran KUA sebagai lembaga belum dioptimalkan. Fenomena perceraian dapat diubah jika ada upaya sistematis melalui pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memelihara cinta (sakinah, mawaddah, rahmah) dalam kehidupan rumah tangga, karena prototipe saat ini terletak pada kehidupan rumah tangga yang didasarkan pada mencintai, toleran, menghargai perbedaan.
dc.publisherPusat Studi Gender dan Anak UIN SAIZU Purwokerto
dc.subject.lccIslam; Social Sciences
dc.titleFenomena Perceraian dan Perubahan Sosial
dc.typeArticle
dc.title.journalYinyang: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak
dc.identifier.oaioai:doaj.org/journal:fe5a3dfad1654eeab69a481ff7df55b9


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record