Show simple item record

dc.creatorDR. Mahi M. Hikmat
dc.date.accessioned2026-02-05T07:32:07Z
dc.date.available2026-02-05T07:32:07Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.isbn978-979-756-756-9
dc.identifier.urihttps://kbk53255f9.perpustakaandigital.com/read/226
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/56045
dc.description.abstract<p style="text-align:justify;">Tujuan utama manusia hidup di dunia ini adalah untuk mencari dan mencapai kebenaran, kendati kebenaran yang ada di dunia ini bersifat relatif dan tentatif. Namun, kebenaran tersebut memiliki derajat gradasi yang berbeda tergantung dari jalan yang digunakan. Salah satu jalan yang memiliki gradasi tinggi dalam mencapai kebenaran duniawi adalah dengan menggunakan nalar ilmu pengetahuan; dengan cara-cara yang ilmiah. Kebenaran Ilmiah adalah kebenaran tingkat ketiga setelah kebenaran agama dan filsafat. Kebenaran Ilmiah dicapai dengan menggunakan metode-metode ilmiah.</p> <p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, seorang ilmuwan yang &ldquo;baik&rdquo; harus menguasai metode-metode ilmiah agar ia dapat mencari dan mencapai kebenaran. Bahkan, metode ilmiah dalam konteks ini, tidak hanya menyangkut cara-cara atau langkah-langkah yang harus dilakukan, tetapi juga berkait dengan sikap yang berlandaskan pada pola pikir ilmiah.</p> <p style="text-align:justify;">Tradisi ilmiah ini harus mulai diwariskan pada para calon ilmuwan yang tengah menempa diri pada kawah candradimuka; kampus, sehingga perguruan tinggi akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang handal. Mereka harus diperkenalkan, diajarkan, dan diberikan pemahaman tentang cara berpikir, bersikap, dan bertindak ilmiah, sehingga ketika lulus pola pikir, pola sikap, dan pola tindak mereka bernuansa ilmiah.</p> <p style="text-align:justify;">Buku ini ingin turut memberikan warna pada calon ilmuwan dalam membentangkan jalan ilmiah dari mulai hal-hal yang sangat filosofis sampai hal-hal yang sangat praktis. Semoga dapat memberikan pencerahan ketika kita harus kukuh pada kebenaran ilmiah, tetapi tetap sadar pada sifat kerelatifan dan ketentatifan. Kita memiliki kesadaran di antara kebenaran yang kita pegang teguh, masih ada kebenaran lain. Wallahualam...</p>
dc.language.isoid
dc.publisherGraha Ilmu
dc.subjectSosial
dc.subjectKomunikasi
dc.titleMetode Penelitian; Dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan Sastra
dc.typeBook
dc.source.groupfisipolkubuku


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record