Show simple item record

dc.contributor.authorSangidu, Sangidu
dc.date.accessioned2026-06-02T01:11:18Z
dc.date.available2026-06-02T01:11:18Z
dc.date.issued2013-05-17 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1883
dc.identifier.uri10.22146/jh.1883
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85258
dc.description.abstractSetiap bahasa mempunyai kelebihan dan keistimewaan sendiri-sendiri, demikian juga bahasa Arab mempunyai kelebihan dan keistimewaan yang tidak dimiliki bahasa lain. Menurut Algalayaini (1973:4-5) ilmu bahasa Arab itu terdiri dari al-sharf dan al-i'rab (dikenal dengan nama al-nachwu), al-rasm, al-ma'ani, al-bayan, al-badi', al-'arudh, al-qawafi, qardusy-syi'r, al-insya', al-khithabah, tarikhul-adab, dan matnul-lughah. Oleh karena banyaknya permasalahan dan terbatasnya waktu, maka penulis sadardan yakin bahwa untuk meneliti dan membahas bahasa Arab secara keseluruhan tidak bakal terwujud. Oleh karena itu, penulis hanya akan membahas sebagian kecil dari ilmu bahasa Arab yaitu: "Beberapa perbedaan pandangan Para Ahli Bahasa Arab tentang Qiyas (Analogi) dalam sintaksis Arab".
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1883/1689
dc.rightsCopyright (c) 2013 Sangidu Sangidu; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectanalogi, bahasa Arab, linguistik, sintaksis, qiyas
dc.titleBeberapa Perbedaan Pandangan para Ahli Bahasa tentang Qiyas (Analogi) dalam Sintaksis Arab
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1883
dc.journal.infoHumaniora; No 5 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record