Show simple item record

dc.contributor.authorFaruk, Faruk
dc.date.accessioned2026-06-02T01:13:55Z
dc.date.available2026-06-02T01:13:55Z
dc.date.issued2013-05-22 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1910
dc.identifier.uri10.22146/jh.1910
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85268
dc.description.abstractSastra Indonesia di awal perkembangannya dapat digolongkan sebagai sastra yang terus-menerus merepresentasikan hasrat-hasrat manusiaakan sebuah dunia lain, dunia yang dibayangkan sebagai sebuah situasi dan kondisi sorgawi, yang memungkinkan orang memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang sejati, sempurna, lengkap. Sebaliknya, dunia ini, kehidupan di sini dan kini dipahami sebagai kehidupan yang hanya berisi penderitaan meskipun mengandung harapan. Itulah sebabnya, karya-karya sastra Indonesia yang awal itu dapat pula disebut sebagai karya-karya realisme idealistis meski sering disebut hanya sebagai karya-karyaromantik (lihat Faruk 1994).
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1910/1717
dc.rightsCopyright (c) 2013 Faruk Faruk; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectsastra Indonesia, imajiner, kritik, mutakhir, realisme
dc.titleMemasuki Dunia Imajiner: Soal Sastra Mutakhir dan Kritiknya
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1910
dc.journal.infoHumaniora; No 4 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record