Show simple item record

dc.contributor.authorDaeng, Hans J.
dc.date.accessioned2026-06-02T01:14:08Z
dc.date.available2026-06-02T01:14:08Z
dc.date.issued2013-05-22 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1911
dc.identifier.uri10.22146/jh.1911
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85269
dc.description.abstractPerayaan tahun baru tradisional pada sub-kelompok etnlk Bajawa disebut reba. Perayaan reba tentu bukan ada dengan sendirinya, me1ainkan terikat pada berbagai latar belakang peristiwa pendukung adanya perayaan reba.Reba berpangkal mula dari satu keluarga petani yang hidup dari bertanamubi, Discorea Alata. Pada suatu hari ketika menggali ubi, Discorea Alata, atau uwi ditemukan ubi ajaib. Uwi itu demikian panjangnya, sehingga harus digali sangat dalam sebelum menemukan ujung ubi. Diperkirakan telah terjadi suatu hal yang ajaib, pemberian leluhur dan dewa. Karena keanehannya, setiba di kampung ubi diarak berkeliling penuh kegembiraansebagai rasa syukur dan terima kasih.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1911/1719
dc.rightsCopyright (c) 2013 Hans J. Daeng; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectadat, Bajawa, reba, tahun baru, tradisional
dc.titleReba, Tahun Baru Adat Orang Bajawa
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1911
dc.journal.infoHumaniora; No 4 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record