Show simple item record

dc.contributor.authorWirasanti, Niken
dc.date.accessioned2026-06-02T01:16:51Z
dc.date.available2026-06-02T01:16:51Z
dc.date.issued2013-06-05 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1975
dc.identifier.uri10.22146/jh.1975
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85298
dc.description.abstractBerbicara mengenai peninggalan tradisi kebudayaan megalitik, pikiran kita akan tertuju pada suatu monumen batu hasil kebudayaan megalitik yang menggambarkan konsepsi religius masyarakat pendUkungnya, misalnya peninggalan menhir, dolmen, sarkofegus. Berdasarkan data yang ada tampak bahwa tradiasi megalitik yang muncul setelah tradisi bercocok tanam ini menunJukkan daerah persebaran yang meluas dan pada beberapa tempat tradisi megalitik ini masih berlangsung sampai sekarang, misalnya di Sulawesi Selatan (Tana Toraja). Obyek pengamatan ini terpusat pada Tana Toraja (Sulawesi Selatan) yang pada beberapa tahun terakhir ini masih menunjukkan adat-istiadat serta kepercayaan yang mengandungaspek-aspek megalitik. Dalam tulisan ini diambil contoh bentuk patung Tau-Tau yang dapat mewakili tokoh leluhurnya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1975/1779
dc.rightsCopyright (c) 2013 Niken Wirasanti; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectadat, megalitik, patung Tau-Tau, religius, Tana Toraja
dc.titlePatung Tau-Tau: Bentuk Manifestasi Kebudayaan Megalitik di Tana Toraja
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1975
dc.journal.infoHumaniora; No 2 (1995)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record