Show simple item record

dc.contributor.authorDjawanai, Stephanus
dc.date.accessioned2026-06-02T01:17:03Z
dc.date.available2026-06-02T01:17:03Z
dc.date.issued2013-06-05 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1977
dc.identifier.uri10.22146/jh.1977
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85300
dc.description.abstractDi dalam tulisan ini akan dibahas secara ringkas tata bahasa teks lisan bahasa Ngadha (Flores, Nusa Tenggara Tlmur). Teks lisan direkam pada tanggal 6 Januari 1994 di kampung Watujaji atau Ngadha-Mana yang saat itu merayakan pesta adat Reba, yakni "pemujaan" kepada UBI (Uvi, sejerus ubi besar, dikenal dengan nama asing Dioscorea atau yam root) untuk memperingati "Tahun Baru" adat. Pusat perhatian adalah pada tata bahasa teks yang merupakan abstraksi dari sistem aturan kebahasaan dalam penggunaan --dalam studi ini penggunaan secara terbatas. Sebagai hasil proses abstraksi diharapkan bahwa suatu sistem tata bahasa itu abstrak dan tidak terikat pada konteks situasi. Berturut-turut akan dipaparkan: tata bunyi, tata satuan kata, frasa, klausa dan strategi pembentukan teks dan maknanya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1977/1781
dc.rightsCopyright (c) 2013 Stephanus Djawanai; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectbahasa Ngadha, Flores, Nusa Tenggara Timur, tata bahasa, teks lisan
dc.titleTata Bahasa Teks Lisan Bahasa Ngadha
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1977
dc.journal.infoHumaniora; No 2 (1995)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record