Show simple item record

dc.contributor.authorSetyawati, Kartika
dc.date.accessioned2026-06-02T01:18:01Z
dc.date.available2026-06-02T01:18:01Z
dc.date.issued2013-06-07 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1987
dc.identifier.uri10.22146/jh.1987
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85310
dc.description.abstractDalam khasanah kesastraan Jawa klasik yang tertuang dalam naskah (manuskrip) ada beberapa jenis/macam aksara yang dipakai untuk menyampatkannya. Secara umum aksara yang digunakan adalah aksara Jawa, Arab (Pagan), Bali (Jawa-Bali). Ada sebuah lagi aksara yang dipakai orang untuk menuliskan naskah (manuskrip) dan belum terlalu dikenal, yaitu yang disebut aksara buda. Pigeaud dalam bukunya Literatur of Jawa, Vol. I (1967) menamakan aksara buda dengan tulisan gunung.....buda, gunung script. Naskah-naskah Merapi- Merbabu memang ditemukan di daerah pegunungan. Pada naskah yang bekolofon menunjukkan tempat penulisannya yaitu di sekitar lereng gunung Merapi dan Merbabu. Dari tempat penulisannya itu, dua sarjana yang telah meneliti naskah beraksara buda menamakan naskah beraksara buda dengan sebutan naskah koleksi Merapi-Merbabu (Witlem van der Molen 1983 dan Kuntara 1990).
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1987/1791
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1987/1792
dc.rightsCopyright (c) 2013 Kartika Setyawati; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectaksara, buda, kesastraan Jawa klasik, Merapi-Merbabu, naskah
dc.titleNaskah-Naskah Merapi-Merbabu Koleksi Perpustakaan Nasional Indonesia: Tinjauan Awal
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1987
dc.journal.infoHumaniora; No 1 (1995)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record