Show simple item record

dc.contributor.authorKutanegara, Pande Made
dc.date.accessioned2026-06-02T01:18:18Z
dc.date.available2026-06-02T01:18:18Z
dc.date.issued2013-06-07 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1990
dc.identifier.uri10.22146/jh.1990
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85313
dc.description.abstractHingga pertengahan tahun 1994, dunia industri pada umumnya dan ketenagakerjaan diwarnai dengan pemogokan buruh, demontrasi dan unjuk rasa yang berkepanjangan. Bagi sebagian besar buruh, aksi-aksi yang berkepan}angan tersebut merupakan alternatif terakhir yang dapat dilakukan setelah beberapa upaya yang lain gagal untuk mengurangi dominasi pengusaha dalam segala hal terhadap buruh. Pokok permasalahannnya tidak lain adalah ketimpangan pendapatan yang sangattinggi antara pengusaha di satu sisi dengan pekerja di sisi yang lain. Sebagian besar kaum buruh memperoleh upah jauh di bawah garis kebutuhan fisik minimum mereka. Kondisi ini menjadi lebih parah lagi dengan sering munculnya perlakuan yang tidak manusiawi dari pengusaha terhadap buruh.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1990/1795
dc.rightsCopyright (c) 2013 Pande Made Kutanegara; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectburuh, industri cor logam, industri pedesaan, tenaga kerja, upah
dc.titleFragmentasi Tenaga Kerja dan Upah Buruh Industri Pedesaan (Studi Kasus Industri Cor Logam di Klaten, Jawa Tengah)
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1990
dc.journal.infoHumaniora; No 1 (1995)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record