Show simple item record

dc.contributor.authorDaeng, Hans J
dc.date.accessioned2026-06-02T01:23:09Z
dc.date.available2026-06-02T01:23:09Z
dc.date.issued2013-06-21 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2061
dc.identifier.uri10.22146/jh.2061
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85348
dc.description.abstractKeadaan kacau yang terjadi di kota Meksiko tahun 1996 para pemberontak Tupac Amaru menyandera para diplomat yang sedang . berpesta pora di kediaman duta besar Jepang di Meksiko. Pasukan petani pembetontak dengan pakaian seragam dan kemahiran tinggi memanuver sebagai militer profesional, menyebut diri sebagai Zapatista National Liberation Army menghubungkannya dengan gerakan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista. Agar diperoleh gambaran rinci tentang keadaan ini, baiklah diketahui terlebih dahulu latar belakang historis dan sosial-budaya Meksiko. Hal ini perlu diketahui untuk dapat mengerti apa dan siapa Zapatista itu dan mengapa namanya digunakan dalam upaya pemberontakan yang membebaskan itu.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2061/1864
dc.rightsCopyright (c) 2013 Hans J Daeng; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectantropologi, Meksiko, pemberontakan petani, Tierra Muerte, Tierra Y Libertad
dc.titleTANAH: Soal Mati Hidup Petani di Mana Saja Tierra Muerte dan Tierra Y Libertad: Suatu Tinjauan Antropologi
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2061
dc.journal.infoHumaniora; No 8 (1998)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record