Show simple item record

dc.contributor.authorKodiran, Kodiran
dc.date.accessioned2026-06-02T01:23:51Z
dc.date.available2026-06-02T01:23:51Z
dc.date.issued2013-06-21 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2064
dc.identifier.uri10.22146/jh.2064
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85351
dc.description.abstractStudi dan penelitian masalah pertemuan antar kebudayaan merupakan suatu kegiatan baru di dalam kajian antropologi.Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya kegiatan penyelidikan kontak kebudayaan pads beberapa abad terakhirini. Hal itu menghasilkan berbagai kenyataan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan yang hidup di dunia ini selalubergerak, berubah dan barkembang. Demikian pula, banyak data dari kumpulan kitab etnografi sudah tidak sesusai dengankeadaan masa kini. Dengan intensifnya pangaruh penyebaran unsur-unsur kabudayaan di seluruh penjuru dunia padaabad-abad sambilan belas dan dua puluhan ini menyebabkan kian menghilangnya bentuk-bentuk masyarakat primitif dan terasing. Akulturasi akan terjadi apabila terdapat dua kebudayaan atau lebih yang berbeda sama sekali (asing dan asli) berpadu sehingga proses-proses ataupun penebaran unsur-unsur kebudayaan asing secara lambat laun diolah sedemikian rupa ke dalam kebudayaan asli dangan tidak menghilangkan identitas maupun keasliannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2064/1867
dc.rightsCopyright (c) 2013 Kodiran Kodiran; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectakulturasi budaya, antropologi, etnografi, penelitian
dc.titleAkulturasi sebagai Mekanisme Perubahan Kebudayaan
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2064
dc.journal.infoHumaniora; No 8 (1998)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record