Show simple item record

dc.contributor.authorAsy'ari, Hasyim
dc.date.accessioned2026-06-02T01:25:09Z
dc.date.available2026-06-02T01:25:09Z
dc.date.issued2013-06-24 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2079
dc.identifier.uri10.22146/jh.2079
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85361
dc.description.abstractTelah cukup banyak dikenal, baik dari keterangan sejarah maupunceritera, bahwa pandangan hidup masyarakat Arabia pada masa sebelum Islam pada umumnya dilukiskan sebagai pemuja kesenangan. Cinta, romansa, wiski , judi, berburu, dan berlagu selalu menguasai benak mereka. Namun demikian dalam bergelimangnya sukacita, mereka masih pula sempat memikirkan tujuan hidup, yang tentunya cita-cita dan harapan duniawi. Memang telab biasa terjadi, dimanapun, kapanpun, dan dalam masyarakat apapun, gagasan lain yang berada di luar arus. Orang dan kelompok inilah yang akan selalu bertanya-tanya dalarn hati, "Apa arti semua ini?".
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2079/1879
dc.rightsCopyright (c) 2013 Hasyim Asy'ari; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectArab, Muhammad, hedonisme, nilai, sosio-kultural
dc.titleGEJALA SOSIO-KULTURAL BARU MENJELANG MASA MUHAMMAD DI ARABIA
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2079
dc.journal.infoHumaniora; No 3 (1991)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record