Show simple item record

dc.contributor.authorRoselani, Ni Gusti Ayu
dc.date.accessioned2026-06-02T01:25:37Z
dc.date.available2026-06-02T01:25:37Z
dc.date.issued2013-06-24 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2084
dc.identifier.uri10.22146/jh.2084
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85366
dc.description.abstractDi dalam artikelnya yang berjudul "The Importance of CulturalContext I" (JELL. Agusrus 1984), Jeffrey Winters menekankan pentingnya konteks budaya dalam belajar bahasa. Menguasai dasar-dasar bahasa seperti tatabahasa, kosa kata dan ucapan belumlah cukup. Menurut pendapatnya, pemahaman terhadap konteks budaya lah yang akan memungkinkan seorang pelajar bahasa asing untuk menghasilkan tuturan-tuturan yang bukan saja benar secara gramatikal, melainkan juga tepat untuk situasi tertentu. Selanjutya ia memberikan beberapa contoh sehubungan dengan kesalahan-kesalahan umum yang dibuat oleh para pelajar bahasa Inggris di Indonesia mengenal konteks budaya. Salah satunya menyangkut kesalahan pemakaian kata sapa mister misalnya dalam tuturan Hello, mister! Kesalahan semacam itu menurut dugaannva. kemungkinan besar disebabkan oleh penerjemahan langsung dari tuturan Hallo Pak (Tuan/Om)! Sebagai alternatif ia memberikan tuturan yang tepat dan lebih enak didengar Hello, sir (Miss). Tuturan semacam ini, menurut pendapatnya tentu akan berguna khususnya bagi orang Indonesia karena kecenderungan mereka untuk memakai kata-kata yang menunjukkan rasa hormat. Kesalahan semacam itu bukan hanya dilakukan oleh para pelajar. Masih cukup banyak guru atau dosen yang tidak dapat secara tepat menggunakan kata-kata sapaan seperti tersebut di atas (Poedjosoedarmo, 1986). Dengan kata lain, kesalahan yang menyangkut konteks budaya seperti tersebut di atas disebabkan karena ketidaktahuan kita akan penggunaan bentuk-bentuk sapaan dalam bahasa Inggris atau karena perbedaan penggunaan bentuk-bentuk sapaan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2084/1884
dc.rightsCopyright (c) 2013 Ni Gusti Ayu Roselani; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectbahasa, bentuk sapaan, Indonesia, Inggris, jenis
dc.titleBENTUK SAPAAN DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2084
dc.journal.infoHumaniora; No 3 (1991)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record