Show simple item record

dc.contributor.authorPradopo, Rachmat Djoko
dc.date.accessioned2026-06-02T01:25:44Z
dc.date.available2026-06-02T01:25:44Z
dc.date.issued2013-06-24 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2085
dc.identifier.uri10.22146/jh.2085
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85367
dc.description.abstractUntuk memahami puisi dapat dipergunakan bermacam-macam cara sesuai dengan sifat hakikat puisi. Dalam makalah ini dikemukakan salah satu cara pemahaman, terutama dengan pendekartan struktural dan semiotik, yaitu dengan pendekatan struktur intrinsik puisi dan melihat puisi sebagai sistem tanda.Puisi mempunyai sifat hakikat dan konvensi sendiri. Puisi adalahkarya imajinatif yang pufungsi estetiknya dominan (Wellek dan Warren, 1968 : 25). Dengan demikian, memahami puisi tidak lepas dari unsur kebahasaan dan keseniannya yang keduanya berjalinan erat. Begitu juga, pemahaman puisi Indonesia tidak lepas dari pemahaman sifat hakikat puisi itu secara umum dan tentu saja tidak lepas dari sifat khusus keindonesiaannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2085/1885
dc.rightsCopyright (c) 2013 Rachmat Djoko Pradopo; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectpuisi, puisi Indonesia modern, sastra, sifat puisi
dc.titlePEMAHAMAN PUISI INDONESIA MODERN
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2085
dc.journal.infoHumaniora; No 3 (1991)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record