Show simple item record

dc.contributor.authorHudayana, Bambang
dc.date.accessioned2026-06-02T01:26:13Z
dc.date.available2026-06-02T01:26:13Z
dc.date.issued2013-06-25 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2090
dc.identifier.uri10.22146/jh.2090
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85371
dc.description.abstractAntropologi ekonomi sebagai salah satu cabang disiplin antropologi nampak paling: banyak berurusan dengan ilmu ekonomi. Ini terjadi bukan sekedar karena kedua bidang studi tersebut sama-sama mengkaji fenomena ekonomi, melainkan berhubungan dengan adanya perbedaan pendapat di kalangan para ahli antropologi untuk benar tidaknya meminjam teori, konsep ataupun metodologi llmu ekonomi. Penganut pendekatan formalis menghendaki dipakainya teori-teori ekonomi yang bersifat universal dalam studi antropologi sedangkan pendekatan substantif menolak universalitas teori ekonomi dan mencobe mengembangkan teori-teori yang dipandanglebih empiris.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2090/1889
dc.rightsCopyright (c) 2013 Bambang Hudayana; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectantropologi, antropologi ekonomi, metode, obyek, sejarah
dc.titleANTROPOLOGI EKONOMI VERSUS ILMU EKONOMI KAJIAN AWAL TENTANG MASALAH SEJARAH, OBYEK DAN METODE
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/2090
dc.journal.infoHumaniora; No 2 (1991)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record