Young Salafi-niqabi and hijrah: Agency and identity negotiation
Abstract
Artikel ini menganilis tentang kehidupan Salafi-niqabi muda di Surakarta dan strategi mereka dalam menghadapi relasi kuasa dalam kehidupan seharihari mereka. Studi tentang Salafi di Indonesia banyak memberi focus pada gerakan Salafi global, politik kekuasaan, hubungan mereka dengan gerakan fundamentalis, keamanan negara dan juga kritik atas doktrin keagamaan mereka. Meskipun terdapat beberapa studi yang mencoba melihat keseharian dari kelompok ini, mayoritas memfokuskan pada institusi formal dan kelompok Salafi laki-laki, dan hanya sedikit studi yang mengungkap kehidupan perempuan Salafi. Ini dimungkinkan karena sulitnya mendekati kelompok ini karena eksklusifitas dan pembatasan mereka terhadap dunia luar. Menggunakan teori 'accommodating protest' yang dipopulerkan Macleod dalam kerangka teori politik keseharian, agensi dan relasi kuasa, studi ini menemukan negosiasi unik yang dihadapi Salafi-niqabi muda milenial dalam dunia modern dan globalisasi saat ini. Melalui apa yang Macleod sebut sebagai akomodasi dan pada saat yang sama juga melakukan protes, Salafi-niqabi muda ini mendapati pengalaman hijrah mereka sebagai sebuah negosiasi identitas milenial. © 2018 Postgraduate Program State Institute of Islamic Studies.; This article analyzes the life of young millennial Salafi-niqabi in Surakarta and their strategies in dealing with power relations in their everyday lives. Studies on Salafi in Indonesia have focused more on global Salafimovements, power politics, links with fundamentalist-radical movements, state security and criticism of Salafi religious doctrine. Although there are several studies that try to portray the daily life of this religious group, the majority of previous studies focused on formal institutions and male Salafi. Very few studies have addressed the lives of Salafi women. This is likely due to the difficulty of approaching this group because of their exclusivity, and their restrictions on interacting with the outside world. Using Macleod's theory of 'accommodating protest' within the framework of everyday politics, agency, and power relations, this research found that young millennial Salafi-niqabi have a unique method of negotiating with the modern and globalized world. Through what Macleod calls an accommodation which is at the same time a protest, young Salafi-niqabihave experienced hijrah as a form of negotiation of their millennial identity. © 2018 Postgraduate Program State Institute of Islamic Studies.
Date
2018Author
Sunesti, Yuyun (56557062800); Hasan, Noorhaidi (16443921900); Azca, Muhammad Najib (14015339900)
Metadata
Show full item recordURI
https://doi.org/10.18326/ijims.v8i2.173-197https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-85058638813&doi=10.18326%2fijims.v8i2.173-197&partnerID=40&md5=1307c21105d8ff63ee57953042afd351
http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/21615
