Pemikiran Islam Liberal di Indonesia era 1991-2002
Abstract
Studi ini sesungguhnya didasarkan karena adanya fenomena yang given atas pemikiran Islam yang ada di Indonesia. Perkembangan pemikiran Islam di Indonesia yang selalu tumbuh dan bervariasi ternyata menciptakan daya tarik banyak peneliti dan pengamat. Sebagai orang Islam saya pun tertarik mengamati fenomena ini sebagai sebuah kajian akademik, karena bervariasinya fenomena Islam di Indonesia. Memang telah banyak dilakukan studi atas pemikiran Islam Indonesia, namun sejauh pengamatan saya, terlampau dominan perspektif politiknya, sehingga seakan-akan pemikiran Islam di Indonesia berkembang karena dimensi politik kekuasaan, padahal sejatinya tidak demikian. Ada faktor lain yang mempengaruhinya. Faktor non politik inilah yang menjadi fokus kajian dalam studi ini, sehingga lazim disebut sebagai faktor kultural, perse pemikiran Islam. Setelah melakukan studi terhadap pemikiran Islam liberal, ternyata pemikiran Islam liberal tidak tunggal, tetapi multi varian. Multi varian ini disebabkan karena banyak faktor, seperti latar belakang sosial aktor dan komunitasnya. Karenanya, membaca Islam Liberal di Indonesia tidak bisa hanya dari satu perspektif, yakni perspketif politik misalnya, tetapi multi perspektif. Sekurang-kurangnya ada lima varian dalam pemikiran Islam Liberal di Indoesia yang terjadi tahun 1991-2002. Liberal eksklusif, liberal progresif, liberal moderat, liberal radikal dan liberal transformative. Kelima varian ini kadang ada persamaannya namun tidak sedikit perbedaan yang tajam. Oleh sebab itu, tidak bisa menjustifikasi dan menghakimi bahwa Islam Liberal di Indonesia itu sama saja, antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, karena pada realitasnya memang berbeda secara ideologis dan perspektif yang dikembangkan. Kesediaan untuk tidak menggeneralisasi adalah yang paling penting tatkala hendak melilhat fenomena Islam Liberal di Indonesia. Untuk mendapatkan gambaran tentang Islam Liberal yang menjadi kajian dalam studi ini, dilakukan pendekatan sosiologi pengetahuan perspektif Bergerian, dan dikaitkan dengan studi ideologi. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan kejelasan apa sebenarnya yang menjadi latar belakang sosial pemikiran para aktor, dan komunitasnya yang terkait dengan gagasan mereka sebab gagasan seseorang senantiasa terkait dengan latar belakangnya dan di situ terletak kepentingan (ideologi) yang hendak dikembangkan. Untuk memperoleh data tentang pemikiran Islam Liberal tahun 1991-2002, dilakukan kajian literatur atas buku-buku terdahulu, terutama yang diterbitkan pada tahun 1991- 2002 atas karya-karya individu yang tergolong liberal, serta buku-buku yang ditulis oleh intelektual yang sering menjadi rujukan intelektual muslim liberal di Indonesia. Di samping juga dilakukan wawancara, focus group discussion (FGD) dan kunjungan obversvasi untuk melihat aktivitas para intelektual liberal yang menjadi subjek kajian. Untuk memperkuat kajian, dilakukan juga diskusi-diskusi tentang isu yang menjadi persoalan utama intelektual Islam liberal di lembaga- lembaga swadaya masyarakat (LSM), perguruan tinggi dan ormas keislaman seperti NU dan Muhammadiyah. Setelah mendapatkan data tentang studi ini, dianalisis dengan pendekatan hermeneutic kritis perspektif Habermasian, dengan melakukan kritik atas rasionalitas atas pendapat yang dilontarkan intelektual liberal serta pemahaman yang kritis atas seluruh data yang tersedia. Dari sini diharapkan adanya objektivitas atas data yang disajikan, sekalipun penulis sering terlibat dalam diskusi-diskusi dan membaca karya-karya mereka.
Date
2006Author
QODIR, Zuli
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/31601http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42060
