Hambatan kelompok Messianis terhadap proses perdamaian Israel-Palestina 1990-2000
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengetahuan tentang kelompok Messianis (Yahudi-Orthodox Messianis di Israel) dalam kaitannya dengan proses perdamaian Israel-Palestina. Penelitian tidak secara tegas berpretensi untuk memberikan salah satu ekplanasi bagi tersendat-sendatnya proses perdamaian yang dimulai di Madrid tahun 1990 hingga di Camp David II tahun 2000, namun lebih menekankan kepada upaya mengemukakan potensi-potensi kelompok ini dalam menghambat bahkan melawan proses tersebut. Kegagalan untuk masuk wilayah Israel ataupun pemukiman-pemukiman Tepi Barat yang merupakan camp aktivis kelompok ini, menjadikan peneliti mengambil data melalui wawancara terhadap sejumlah warga Israel yang tengah menunggu pelayanan administrasi di apartemen (imarah) kedutaan Israel di Kairo dan sejumlah warga Palestina di Kairo yang berdomisili di dekat pemukiman yang berciri-ciri Messianis baik di Tepi Barat maupun Gaza. Data yang diperoleh sesungguhnya tidak kaya, namun banyak membantu melengkapi dan menegaskan hasil bacaan peneliti terhadap sumber-sumber tertulis yang sebenarnya paling banyak digunakan peneliti. Berbagai sumber tertulis seperti dokumen, arsip dari kedutaan Palestina dan Pusat Arsip Palestina di Kairo juga banyak membantu peneliti. Sumber yang luas baik jurnal-jurnal Israel Studies, Palestine Studies, jurnal Palestine-Israeli Conflict serta buku-buku didapatkan peneliti dari Perpustakaan American University in Cairo (AUC), Universitas Ain al-Syams yang terletak delapan kilometer Selatan kota Kairo dan pameran buku internasional di kota yang sama. Semua itu sangat bermanfaat untuk melengkapi data yang sesungguhnya secara simultan telah dikumpulkan peneliti sejak tahun 2000 dengan bantuan berbagai pihak. Hasil penelitian secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, proses perdamaian selama 10 tahun pertama ternyata dipengaruhi banyak faktor. Dalam kajian sekilas tentang proses perdamaian tersebut, faktor -faktor di dalam negeri Israel selain faktor kelompok Messianis juga menunjukkan adanya hambatan terhadap proses tersebut, di samping para pendukungnya. Kedua, Kelompok Messianis adalah kelompok yang memiliki potensi kuat untuk menghambat bahkan melawan arah proses perdamaian tersebut. Sejarah kelompok ini sebagai gerakan Zionisme Agama yang disamping berbagi perjalanan sejarahnya dengan Zionisme Internasional dalam apa yang mereka sebut sebagai sejarah penderitaan, juga memiliki keunikan yakni mampu memberikan makna dan motivasi lebih tinggi pada gerakan tersebut. Hal lain yang menegaskan kesimpulan tersebut adalah ideologi dan pewarisannya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ideologi yang berpotensi menghambat itu menemukan akar-akarnya menancap kuat dalam tradisi pemikiran keagamaan Orthodox. Betapapun secara formal partai dari kelompok ini mengadopsi ideologi yang tidak secara frontal melawan negara yang bersedia melangkah menuju perundingan, namun ideologi yang tersimpan di bawah karpet menunjukkan potensi hambatan yang luar biasa. Keberhasilan institusionalisasi pendidikan kelompok ini menjadikan ideologi tersebut tidak hanya dipelihara, namun juga diwariskan bahkan dikeraskan. Potensi ideologis ini semakin menemukan kekuatannya untuk dilaksanakan dengan keberhasilan pelembagaan Yahudi Orthodox versi kelompok Messianis seperti Lembaga Rabbi Tertinggi dan Rabbi Tentara, serta menguatnya partai kelompok ini. Dari sinilah, berbagai cara dan ekpresi hambatan kelompok ini juga patut diperhitungkan dalam isu perdamaian Israel-Palestina.
Date
2007Author
BURDAH, Ibnu
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/36420http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42065
