SOLIDARITAS SEBAGAI STRATEGI SURVIVAL ANAK JALANAN STUDY KASUS DI LEMPUYANGAN YOGYAKARTA
Abstract
Fenomena anak jalanan diidentifikasikan sebagai masalah kota besar. Mereka hidup dengan berbagai problematika sosial masyarakat kota, masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbalnya anak jalanan. Hal ini dapat ditemukan dari latar belakang geografis, sosial ekonomi anak yang datang dari keluarga miskin. Mereka mampu untuk hidup dan tetap bertahan dalam kehidupan keras di perkotaan. Mereka menjadi problem yang dihadapi oleh semua kota-kota besar di dunia. Anak jalanan sebagai subkulture yang hidup di Lempuyangan sering menghadapi penolakan dan tidak setuju dari berbagai pihak dari kultur dominan. Mereka hidup di jalanan karena tersingkir akibat tidak mampu mereka untuk dapat bertahan hidup akibat kemiskinan dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak. Solidaritas adalah faktor penting dari usaha bertahan mereka untuk hidup di kota. anak jalanan tinggal di Lempuyangan bersifat sementara atau tidak permanen, mereka memiliki norma, nilai dan perilaku yang berbeda dengan masyarakat umum. Penelitian ini dengan menggunakan studi kasus karena obyek atau kasus yang menarik perhatian untuk diteliti tentang strategi bertahan hidup anak-anak jalanan Lempuyangan yang mendapat perlindungan dari waria melalui ikatan solidaritas. Menggali fakta dari berbagai sumber data, menganalisis dan menginterpretasikannya untuk mengangkat substansi mendasar yang terdapat dibalik kasus tentang strategi anak jalanan untuk dapat bertahan hidup. Mereka mampu bertahan di dalam kelompok jalanan, meskipun tidak memiliki akses mendapatkan perlindungan baik dari pemerintah maupun masyarakat. Selain itu berusaha menggambarkan dinamika solidaritas anak jalanan dalam mempertahankan diri di lingkungannya. Ikatan solidaritas anak jalanan dapat dihancurkan melalui penerapan Solidaritas yang terjalin anak jalanan di Lempuyangan akibat dari berbagai tindakan kekerasan dan tekanan yang di lakukan oleh penguasa yang sering kali mengancam jiwanya. Anak jalanan menjaga ikatan solidaritas agar dapat bertahan hidup di lingkungan yang keras. Perbedaan solidaritas yang terjalin pada kelompok jalanan dengan solidaritas mekanik, Durkheim meyakini bahwa perubahan solidaritas mekanis menjadi solidaritas organis disebabkan oleh dinamika masyarakat akibat pembagian kerja, sedangkan solidaritas yang terjadi pada anak jalanan tidak berubah secara linier. Ikatan solidaritas mekanis anak jalanan menekankan saling ketergantungan, bersandar pada kesamaan keyakinan dan nilai-nilai, kegiatan bersama, dan kerjasama. Anak jalanan mempertahankan solidaritas untuk dapat mempertahankan diri dari berbagai tekanan, penindasan, ancaman, kekerasan dan ketidakmampuan mereka untuk hidup dalam masyarakat umum. hukum atau peraturan dan pengawasan yang dilakukan oleh penguasa di kawasan tersebut.
Date
2013Author
SOETJI ANDARI
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/59394http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42076
