Praktik Pedagang Intan: Akses dan Pendayagunaan Kapital dalam Perdagangan Intan di Martapura, Kalimantan Selatan
Abstract
Komoditas intan merupakan komoditas yang langka dengan nilainya yang tak berstandard dan harga yang mahal dan tidak tetap. Beberapa karakteristik intan ini menjadikan para pedagang sangat dinamis dan berkontestasi untuk meraih kesuksesan dengan memainkan berbagai kapital ekonomi, sosial, budaya dan simbolik. Kesuksesan pedagang intan dalam berdagang intan bergantung pada ketersediaan akses terhadap kapital serta ketepatan strategi dalam pendayagunaan kapital tersebut. Untuk itu kajian ini berusaha untuk mengkaji Bagaimana strategi pedagang intan mengakses dan mendayagunakan kapital untuk mencapai keberhasilan dalam berdagang intan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan telah dilaksanakan di kota Martapura dengan jumlah informan sebanyak 15 orang yang terdiri dari Bos Besar, Bos, pedagang kecil, pengempet dan konsumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan catatan harian penelitian serta dianalisis melalui pengklasifikasian dan interpretasi data serta didiskusikan dengan teori terdahulu yang dibangun dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa pertama, Kapital yang bekerja dalam perdagangan intan seperti kapital ekonomi, kapital social dan kapital budaya lebih banyak diakses melalui lembaga keluarga terutama keluarga-keluarga pedagang besar dan menengah sehingga mereka lebih terbuka peluang untuk sukses menjadi pedagang intan dibandingkan pedagang-pedagang kecil dan pengempet. Kedua, Strategi pendayagunaan kapital oleh pedagang dalam kontestasi untuk menguasai pasar intan dilakukan dengan memaksimalkan kepemilikan kapital ekonomi, social dan budaya sesuai dengan kapasitas mereka dalam komunitas pedagang intan dan melalui pemanfaatan institusi perkongsian yang dibentuk oleh Bos besar dengan merangkul Bos dan pedagang kecil untuk memenangkan kontestasi dengan sesama Bos besar dalam mendapatkan intan yang besar. Mereka yang tergabung dalam perkongsian ini memiliki peran masing-masing yaitu bos besar sebagai Inisiator yang berperan sebagai pemrakarsa perkongsian ini yang menyediakan modal uang untuk perkongsian. Bos sebagai Executor yang mengatur strategi dalam memperoleh intan dengan melibatkan dan mengontrol pedagang kecil sebagai Contributor yang bergerak sebagai ujung tombak dalam menjalankan strategi untuk mendapatkan intan. Namun demikian, meskipun mereka terintegrasi dalam perkongsian, mereka juga berkontestasi di dalam perkongsian ini dengan saling mempertukarkan kapital masing-masing untuk memaksimalkan keuntungan dari perkongsian ini. Oleh karena itu kelanggengan perkongsian akan selalu dievaluasi oleh masing-masing anggota perkongsian melalui renegosiation of reward (negosiasi ulang ganjaran) di antara mereka.
Date
2015Author
YUSUF HIDAYAT
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/91413http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42099
