Kemunculan Industri Fashion Muslim Indonesia dalam Rantai Nilai Global:(STudi kasus CV. Galeri Batik Dian Pelangi, CV. Karya Jenahara, dan CV. Miranda Moda Indonesia
Abstract
INTISARI Industri fashion Muslim merupakan sub-sektor industri kreatif yang menarik untuk dikaji di Indonesia. Pertama, industri fashion Muslim yang termasuk dalam industri kreatif memerlukan input berupa sumber daya kreatif dan nilai budaya dimana kedua input ini tersedia banyak di Indonesia. Kedua, industri fashion Muslim mampu meningkatkan pendapatan Negara dari sektor non-migas. Ketiga, industri fashion Muslim di sektor kreatif ini umumnya didominasi oleh industri berskala kecil dan menengah yang dapat dijadikan benteng sektor ekonomi dalam menghadapi kemungkinan ancaman krisis. Ketika pasar fashion global terbuka luas dan menyediakan banyak kesempatan untuk perusahaan-perusahaan fashion Muslim Indonesia, di saat yang sama perusahaan-perusahaan ini diharuskan memiliki daya saing untuk berkompetisi dengan industri serupa dari Negara lain. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa rantai nilai industri fashion Muslim Indonesia, dan bagaimana nilai penting untuk berada disetiap tahapan rantai tersebut. Pembahasan akan difokuskan pada identifikasi tentang bagaimana nilai ditambahkan di sepanjang rantai dan bagaimana nilai tambah ini mampu meningkatkan daya saing fashion Muslim Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus terhadap tiga (3) perusahaan fashion Muslim Indonesia berskala UKM. Perusahaan-perusahaan ini telah melakukan internasionalisasi pada bisnisnya dan mampu meraih pasar di Negara lain. Data di dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder melalui studi literatur dan analisis dokumen-dokumen, serta data primer yang didapat dari sumber yang terpercaya dan relevan, serta dengan melakukan studi lapangan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa potensi terbesar industri fashion Muslim di Indonesia terletak pada kekayaan warisan budaya yang telah hadir selama puluhan dekade. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai nilai tambah bagi industri dalam menciptakan produk fashion Muslim yang unik dan berbeda. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa proses penambahan nilai yang terbesar terletak pada tahapan kreasi (input). Selain tahap kreasi, tahapan komersialisasi juga penting dalam upaya internasionalisasi industri ini. Metode seperti branding membantu perusahaanperusahaan fashion Muslim Indonesia untuk berekspansi ke Negara lain. Kegiatankegiatan komersialisasi ini pada umumnya dilakukan atas kerjasama pemerintah dan swasta. Kegiatan tahunan seperti Jakarta Fashion Week telah berkontribusi dalam membawa sejumlah calon buyer yang potensial dari banyak Negara. Keywords: Indonesia, Daya Saing, Rantai Nilai Global, Fashion, Fashion Muslim, Industri Kreatif, Nilai Tambah, Internasionalisasi.
Date
2014Author
PERDANA, Gladies Riyana
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118381http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47740
