Strategi Keberlanjutan Implementasi Kegiatan Simpan Pinjam Perempuan(SPP) PNPM Mandiri Pedesaan Di Kecamatan Pajangan Bantul
Abstract
INTISARI Usaha mikro berkontribusi besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain usaha mikro mempunyai permasalahan keterbatasan kemampuan dalam akses permodalan dari lembaga keuangan bank dan non bank sehingga sulit berkembang. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memunculkan ide-ide tentang simpanpinjam kelompok salah satunya adalah Kegiatan Simpan-pinjam Perempuan Program PNPM Mandiri Pedesaan. Seiring dengan masa berakhirnya program tersebut pada tahun 2014 perlu dilakukan analisis tentang efektivitas implementasi dan srategi keberlanjutan kegiatan tersebut di Kecamatan Pajangan yang mempunyai penduduk miskin dan sangat miskin dalam jumlah yang signifikan. Penelitian pemahaman proses implementasi yang disertai dengan analisis efektivitas implementasi menggunakan metode kualitatif kuantitatif yang dilanjutkan dengan perumusan strategi keberlanjutan kegiatan dengan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian tentang efektivitas implementasi menunjukkan kegiatan simpan-pinjam beranggotakan mayoritas keluarga miskin. Terjadi perubahan penghasilan dalam kapasitas sedang akan tetapi cukup mengubah kemampuan ekonomi perempuan menjadi bisa memegang uang sendiri tidak terlalu bergantung pada suami, mengubah dari buruh menjadi mempunyai usaha sendiri, mayoritas usaha masih dikerjakan sendiri. Terjadi peningkatan pengetahuan anggota terhadap keuangan mikro tetapi belum mendorong keberanian meminjam di bank. Pendampingan UPK kepada kelompok SPP belum maximal. Partisipasi anggota dalam kegiatan non simpan-pinjam banyak diwakilkan oleh ketua kelompok.Mayoritas anggota aktif dalam kegiatan dasawisma/RT tanpa terpengaruh oleh pendampingan fasilitator kegiatan. Kegiatan meningkatkan partisipasi anggota yang mempunyai jabatan ketua RT dan ketua kelompok menjadi semakin aktif di tingkat dusun, kecamatan, dan kabupaten. Terjadi peningkatan kemampuan perempuan dalam pengelolaan usaha berupa peningkatan pengetahuan dan perubahan status dari buruh menjadi pemilik usaha. Rekomendasi peneliti terhadap keberlanjutan kegiatan adalah perlu dilakukan peningkatan kelembagaan UPK menjadi sebuah lembaga keuangan yang sesuai dengan peraturan perundang-udangan tentang lembaga keuangan. Sesuai dengan visi misi Kegiatan Simpanpinjam PNPM Mandiri dalam pengentasan kemiskinan badan hukum berbentuk koperasi dan BUMDes bisa menjadi alternative. Peningkatan jumlah penerima manfaat kegiatan/ nasabah melalui media promosi menggunakan brosur, iklan, papan outdoor,dll. Perlunya peningkatan proses verifikasi calon penerima manfaat mengenai keberadaan usaha, analisa usaha dan kemampuan bayar anggota dan meminimalisasi kegiatan pinjaman non usaha. Peningkatan koordinasi rutin antara UPK ataupun kelembagaan pendukung UPK dengan pemerintah kecamatan dalam bentuk forum pertemuan rutin setiap bulan. Peningkatan kualitas pembinaan kelompok melalui kunjungan rutin minimal 3 bulan sekali. Perlunya pengoptimalan kader desa/dusun dalam pendampingan kelompok.
Date
2014Author
ARDIYATI, Samodra Wibawa
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118391http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47745
