Institusi Sosial di Lingkungan Masyarakat Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa:(Studi tentang Peran Institusi Sosial di Lingkungan Masyarakat Penghuni Rusunawa Dabag, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok
Abstract
I N T I S A R I Institusi sosial merupakan bagian reproduksi budaya, di dalamnya bersemai pengetahuan, norma, perilaku yang dapat memfasilitasi berbagai tindakan bersama di masyarakat. Dalam rangka pengembangan masyarakat berbasis dinamika internal, institusi sosial di lingkungan masyarakat penghuni rusunawa merupakan media partisipasi, perumusan perencanaan lokal, sarana identifikasi kebutuhan, serta peningkatan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam mewujudkan visi bersama. Namun demikian, tidak mudah bagi masyarakat penghuni rusunawa memanfaatkan institusi sosial sebagai sarana pengembangan masyarakat. Hal ini dikarenakan keberadaan institusi sosial seringkali melakukan eksklusi terhadap inisiatif, pemikiran dan nilai-nilai yang membuka peluang untuk keluar dari keterbatasan. Penelitian ini untuk mengidentifikasi institusi sosial di lingkungan masyarakat penghuni Rusunawa Dabag, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Pemilihan lokasi dilakukan mengingat keberadaan Rusunawa Dabag yang merujuk pada pandangan modernisasi lingkungan fisik dianggap belum cukup responsif dan adaptif dalam memfasilitasi aspirasi dan kepentingan masyarakat penghuninya. Penelitian ini menekankan pada pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitis, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan untuk mengidentifikasi aktivitas keseharian masyarakat penghuni rusunawa. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah penghuni Rusunawa Dabag, Aparatur Desa Condongcatur dan Unit Pelaksana Teknis Rusunawa Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan institusi sosial di lingkungan masyarakat penghuni rusunawa dapat dijelaskan menggunakan skema fungsi AGIL, yaitu: a) Adaptation (adaptasi), pola adaptasi dilakukan dengan mempelajari ekologi rusunawa, aturan-aturan dan membentuk kelompok teman sebaya untuk melakukan aktivitas bersama; b) Goal attainment (pencapaian tujuan), tujuan yang ingin dicapai penghuni rata-rata bersifat jangka pendek yakni pemenuhan kebutuhan primer keluarga, sedangkan pencapaian tujuan bersama di masyarakat masih jauh dari harapan; c) Integration (integrasi), tindakan integrasi dalam melakukan berbagai aktivitas bersama dibiarkan berada dalam kedangkalan, berhenti pada tingkat basa-basi dan tidak dibekali dengan ketulusan; d) Latency (latensi atau pemeliharaan pola), fungsi pemeliharaan yang kuat hanya bernilai positif untuk keluarga, sedangkan dalam melakukan aksi-aksi pemeliharaan kolektif kesadaran individu tergolong rendah. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan upaya agar keberadaan institusi sosial dapat terinternalisasi secara utuh dalam diri masyarakat penghuni rusunawa. Upaya yang dilakukan diarahkan pada pelaksanaan peran-peran penyeimbang melalui optimalisasi pengembangan inisiatif seluruh masyarakat penghuni Rusunawa Dabag. Kata kunci: Institusi Sosial, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rusunawa Dabag, Fungsi AGIL.
Date
2015Author
Aulia Widya Sakina, Hempri Suyatna
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118417http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47762
