Sastra dan Jihadisme:(Studi Semiotik atas Konstruksi Jihad dalam Novel Jihad di Indonesia)
Abstract
ABSTRAK Maraknya aksi kekerasan yang seringkali dijustifikasi sebagai praktik jihad menjadikan penyebaran ideologi jihad menjadi objek kajian penting dalam studi jihad tentang jihad. Penyebaran ideologi jihad mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya ideologi jihad diajarkan dan disebarkan melalui forum-forum pengajian, baik secara daring (online) maupun luring (offline), kini kelompok-kelompok muslim radikal gencar mengembangkan industri penerbitan demi memperluas arena penyebaran ideologi jihad. Bukan hanya karya-karya non-fiksi berisi ulasan tentang doktrin jihad, para penerbit ini juga gencar menggarap media yang lebih populer dengan merilis karya-karya fiksi berupa novel jihad demi menyasar pasar remaja. Kajian ini ditujukan pada analisis tekstual untuk melihat bagaimana konsep dan realitas jihad dikonstruksikan dalam novel jihad melalui narasi di dalamnya. Untuk itu tiga judul novel jihad yang mewakili diinterpretasi dalam penelitian ini yaitu Kupinang Bidadari di Bumi Kashmir karya Ummu Fauzi, Padang Seribu Malaikat dan Festival Syahadah karya Izzatul Jannah. Novel jihad sangat kaya dengan permainan penanda dan petanda yang seringkali mengaburkan dimensi ideologisnya. Oleh karena itu, semiotik digunakan sebagai alat analisis untuk memungkinkan dilakukannya interpretasi terhadap pesan-pesan ideologis yang disuguhkan. Dari analisis terhadap ketiga novel tersebut ditemukan bahwa jihad cenderung didefinisikan sebagai aktivitas yang hanya berkaitan dengan kekerasan fisik atau perang yang dijustifikasi dengan dalil-dalil keagamaan, baik bersumber dari Quran maupun Hadis, yang ditafsirkan secara literal dan abai terhadap konteks. Pengabaian terhadap konteks terjadi pada dua tataran yakni pada tataran konteks turunnya ayat Quran dan konteks historis sebuah Hadis serta tataran konteks peristiwa aktual yang bisa menjadi pembenar bagi penggunaan ayat dan hadis tersebut. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa novel jihad adalah teks yang menegaskan sekaligus mempromosikan tafsir jihad yang cenderung destruktif dan sangat bias kepentingan politik kelompok-kelompok muslim tertentu. Kata Kunci: Sastra, ideologi, jihad
Date
2015Author
Ani M.Maisah, M. Najib Azra
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118422http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47767
