Konstruksi Identitas Kampung Digital:(Studi tentang Pembentukan Identitas Baru Masyarakat Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta).
Abstract
INTISARI Tesis ini mendeskripsikan bagaimana konstruksi identitas Kampung Digital yang dilakukan oleh masyarakat Samirono yang menjadi bagian dari program Kampung Digital. Karena memang kampung Samirono yang selama ini dikenal sebagai kampung yang masih mempertahankan budaya Jawa yakni Kluwung Budaya Kampung di tengah arus modernisasi sekarang ini, serta masyarakatnya yang dinamis, kreatif, inovatif, dan bahkan mempunyai karakter pedesaan dan perkotaan. Masyarakat Samirono yang hidup di era modernisasi tentunya akan menjadikan identitas mereka hilang dengan hadirnya Kampung Digital, namun masyarakat Samirono bisa menjaga tradisi dan identitas mereka di tengah hadirnya Kampung Digital. Hadirnya Kampung Digital ini memberikan warna baru bagi masyarakat Samirono, yang di dalamnya tidak terlepas dari aktor-aktor yang mempunyai kekuasaan dalam pembentukan identitas bagi masyarakat Samirono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan cara pengambilan data menggunakan purpusive sampling, dimana informan diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang peneliti tetapkan dari berbagai kalangan masyarakat, baik penduduk pribumi maupun pendatang tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah (kepala dukuh dan ketua RT), serta pihak telkom yang memiliki program Kampung Digital. Dalam hal ini peneliti mengambil sampel 15 orang yang dijadikan sebagai informan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terlibat (observation participation) serta wawancara mendalam (indept interview), dimana peneliti tinggal dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat selama 3 bulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masyarakat Samirono selama ini masih mempertahankan tradisi mereka yang dijadikan sebagai identitas mereka. Dan hadirnya Kampung Digital, masyarakat Samirono mempunyai dua sikap yang berbeda; pertama, menerima bahwa Kampung Digital ini merupakan representatif program provider dan pemerintah. Kedua, menganggap biasa saja hadirnya Kampung Digital, karena itu hanya menguntungkan satu pihak saja (ada monopoli) karena ada kepentingan yang menguasai di dalam program tersebut. Kemudian aktor-aktor dalam pembentukan identitas masyarakat kampung Samirono yakni penguasa (pemerintah) dan perusahaan (telkom). Peran pemerintah dalam mensosialisasikan program Kampung Digital di kampung-kampung terutama Samirono dan bahkan memiliki otoritas dalam terlaksananya program tersebut. Kemudian peran perusahaan memposisikan diri sebagai superior atas inferioritas provider lokal Samirono. Keduanya merupakan faktor eksternal yang cukup dominan dalam mengkonstruksi identitas masyarakat kampung Samirono. Ketika program tersebut sudah berjalan, peneliti melihat bahwa tidak terlihat adanya persaingan dalam produksi maupun distribusi, karena hanya ada satu perusahaan yakni telkom. Dengan demikian proses pembentukan identitas Kampung Digital di Samirono ini tidak terlepas dari faktor luar (provider dan pemerintah), kemudian terbentuk sebuah nilai, norma, serta kebiasaan masyarakat Samirono. Kata kunci: Masyarakat Samirono, Konstruksi Identitas, Kampung Digital.
Date
2014Author
Endang Supriadi, Heru Nugroho
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118433http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47774
