Kuasa Negara dalam Pendidikan:(Studi Analisis Wacana Kritis pada KBK, KTSP dan Kurikulum 2013 untuk Mata Pelajaran Sosiologi SMA)
Abstract
KUASA NEGARA DALAM PENDIDIKAN (Studi Analisis Wacana Kritis Pada KBK, KTSP dan Kurikulum 2013 Untuk Mata Pelajaran Sosiologi SMA) Intisari Perubahan kurikulum bukan hanya persoalan pendidikan semata, tetapi juga menunjukkan adanya unsur kekuasaan dalam pendidikan. Hal ini senada dengan pendidikan dalam perspektif pedagogi kritis yang selalu menekankan bahwa hubungan pedagogis melibatkan hubungan kekuasaan dan dominasi. Tidak ada pengetahuan yang bersifat netral yang dapat membentuk kesadaran manusia. Di dalam proses mengetahui, selalu saja terdapat pengaruh dari adanya relasi antara kuasa dan pengetahuan. Michael W. Apple, mengatakan bahwa kurikulum pendidikan yang berlaku sebenarnya merupakan sarana indoktrinasi dari suatu sistem kekuasaan dalam rangka mengekalkan struktur kekuasaannya. Paulo Freire juga mengakui bahwa sekolah memang merupakan alat kontrol sosial yang efisien bagi upaya menjaga status quo. Kurikulum yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kurikulum yang berlaku pasca reformasi yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 terutama pada mata pelajaran Sosiologi tingkat SMA. Dengan meminjam konsep pendidikan kritis tersebut, tulisan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kecenderungan tema-tema ideologi atau isu-isu global dalam teks KBK, KTSP dan Kurikulum 2013, menjelaskan proses produksi, distribusi dan konsumsi teks, serta menggambarkan pengaruh kondisi sosial, budaya dan politik pada saat teks-teks tersebut dihasilkan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan critical discourse analysis dari Norman Fairclough digunakan untuk melacak dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tema-tema ideologi negara yang cenderung muncul dalam pembelajaran Sosiologi adalah perubahan sosial budaya (KBK); masyarakat multikultural dan lembaga sosial (KTSP); serta masyarakat multikultural (Kurikulum 2013). (2) Kuasa negara yang direpresentasikan melalui tema-tema ideologi tersebut tidak lepas dari praktik produksi, distribusi dan konsumsi teks. Negara melakukan dominasi produksi teks kurikulum melalui BSNP, kontrol atas teks melalui Puskurbuk, kontrol atas distribusi melalui BPSDMP dan PMP, dan kontrol atas konsumsi melalui Puspendik, dibawah Kementrian Pendidikan Nasional. Konteks sosial, politik dan budaya turut mempengaruhi praktik wacana ideologi tersebut, antara lain: perubahan sistem sosial politik nasional pada masa reformasi 1998; arah kebijakan politik pendidikan; lahirnya UU Sisdiknas Tahun 2003; serta dekadensi moral generasi penerus bangsa. Kata Kunci: Kekuasaan Negara, Kurikulum Pendidikan, Cda Norman Fairclough
Date
2016Author
Sri Wahyuni, Muhammad Supraja
Metadata
Show full item recordURI
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118698http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47876
