Show simple item record

dc.contributor.authorDarban, A. Adaby
dc.date.accessioned2026-06-02T01:13:18Z
dc.date.available2026-06-02T01:13:18Z
dc.date.issued2013-05-22 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1908
dc.identifier.uri10.22146/jh.1908
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85266
dc.description.abstractSejarah lisan merupakan salah satu dari sumber sejarah, yang dapat digunakan syah sebagai penulisan sejarah. Sejarah lisan ini dibedakan dengan Tradisi lisan, yang mempunyai arti yang jauh berbeda. Bila tradisi lisan itu mempunyai arti : "Ceritera rakyat yang diungkapkan melalui lisan dan dikembangkan secera beruntun juga melalui lisan. Si pelisan(pengungkap ceritera) tidak terikat oleh peristiwanya itu sendiri. Si pelisan bukan penyaksi dan atau bukan peserta dalam peristiwa sejarah ceritera, dan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang diceriterakannya". Sejarah lisan memiliki arti yang khas yang bertanggung jawab, yaitu : "Sumber sejarah yang dilisankan oleh manusia pengikut atau yang menjadi saksi akan adanya peristiwa sejarah pada zamannya". Si pelisan benar-benar mengetahui, mengikuti kejadian masa lampau yang diceriterakan, dengan penuh tanggung jawab atas kebenarannya. Dengandemikian si pelisan harus diseleksi secara kritis sebagaimana menghadapi sumber sejarah.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1908/1715
dc.rightsCopyright (c) 2013 A. Adaby Darban; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectpenelitian, sejarah, sejarah lisan, sumber, tradisi
dc.titleSejarah Lisan Memburu Sumber Sejarah dari Para Pelaku dan Penyaksi Sejarah
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1908
dc.journal.infoHumaniora; No 4 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record