KONSEP PENATAAN LANSKAP UNTUK WISATA ALAM DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM SORONG (Landscape Arrangement Concept for Natural Tourism at Sorong Natural Tourism Park)
Abstract
ABSTRAKTaman Wisata Alam Sorong (TWAS) merupakan suatu kawasan hutan yang memiliki potensi sumberdaya lanskap dan potensi wisata yang baik, seperti: keragaman topografi, hidrologi, flora dan fauna, pemandangan alam serta aksesibilitas yang mudah. Saat ini TWAS belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga perlu pemanfaatan sumberdaya dan ruang yang ada. Pengembangan zonasi pemanfaatan wisata dibuat berdasarkan hasil analisis kesesuaian potensi biofisik lahan dan potensi obyek dan atraksi wisata alam yang ada di TWAS. Penataan lanskapnya mengacu pada konsep dasar taman wisata alam sesuai UU No. 5 Tahun 1990 sebagai suatu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata alam (wisata alam) dan disesuaikan dengan kondisi biofisik kawasan dan keragaman obyek dan atraksi wisata alam. Zona yang dapat dikembangkan di TWAS ialah zona intensif, zona semi intensif dan zona ekstensif. Ruang yang dapat dikembangkan ialah ruang penerimaan dan pelayanan, ruang wisata inti, ruang wisata penunjang dan ruang konservasi.ABSTRACTSorong Natural Tourism Park (SNTP) is a potentiall resource forest area which consists of potenstial landscape and it attractive objects such as topographical diversity, hydrology, highly abundant of flora fauna as well as natural view sublimity. Currently, seems that SNTP has not optimally managed yet so as it needs further management and space in the SNTP. Expansion activities in SNTP directed towards nature tourism action and adapted to both condition and function of the area. Landscape arrangement plan is refer to the basic concept of natural tourism park as a region for developed tourism in the form of regional spatial and divided by specific biophysical potency and tourism. Circulation path system is developed as a liaison between zone and attraction. Zone planned in SNTP are intensive, semi intensive and extensive while space planned are receptions and services, core tourism area, supporting area and conservation.
Date
2015-01-31Author
['Beljai, Matheus', 'Muntasib, Harini E.K.S', 'Sulistyantara, Bambang']
Metadata
Show full item recordURI
https://jurnal.ugm.ac.id/JML/article/view/18564http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/29792
Collections
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
2025-09-23Article
PERENCANAAN PENGEMBANGAN WISATA PANTAI BERBASIS POTENSI SUMBERDAYA ALAM DAN DAYA DUKUNG KAWASAN DI DESA SAWARNA, BANTEN (Coastal Tourism Development Based on Natural Resources and Carrying Capacity in Sawarna Village, Banten)
['Silvitiani, Kaulina', 'Yulianda, Fredinan', 'Siregar, Vincentius P'] (Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada, 2017-05-30)ABSTRAKSebagian besar kawasan pesisir di Indonesia merupakan kawasan alami yang memiliki potensi wisata dan belum dikembangkan secara optimal, salah satunya ialah kawasan pesisir Desa Sawarna yang berada di Kecamatan Bayah. ... -
2025-09-23Article
Dampak Pengembangan Kebiajakan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) terhadap Pertumbuhan Industri Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat Lokal
Putra, Fabio Esa (Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada, 2023-10-31)Tourism is an important sector for the Indonesian economy, and the country is well-equipped to make tourism a leading industry that can compete on the global stage. However, the Covid-19 pandemic has had a significant ... -
2025-09-23Article
DAMPAK LINGKUNGAN DAN RISIKO BENCANA PENGEMBANGAN DESA WISATA STUDI KASUS DI DESA WISATA SAMBI
Darmakusuma Darmanto, Sudarmadji (Universitas Gadjah Mada, 2014-08-17)['Merapivolcano has a lot of tourism potential objects. Local people’s traditions and the local panoramacaused many tourism villages to develope. Development of the tourismvillages in volcanic areas havepositive and negative ...
