Show simple item record

dc.contributor.author['Beljai, Matheus', 'Muntasib, Harini E.K.S', 'Sulistyantara, Bambang']
dc.date.accessioned2025-09-23T09:03:59Z
dc.date.available2025-09-23T09:03:59Z
dc.date.issued2015-01-31 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/JML/article/view/18564
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/29792
dc.description.abstractABSTRAKTaman Wisata Alam Sorong (TWAS) merupakan suatu kawasan hutan yang memiliki potensi sumberdaya lanskap dan potensi wisata yang baik, seperti: keragaman topografi, hidrologi, flora dan fauna, pemandangan alam serta aksesibilitas yang mudah. Saat ini TWAS belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga perlu pemanfaatan sumberdaya dan ruang yang ada. Pengembangan zonasi pemanfaatan wisata dibuat berdasarkan hasil analisis kesesuaian potensi biofisik lahan dan potensi obyek dan atraksi wisata alam yang ada di TWAS. Penataan lanskapnya mengacu pada konsep dasar taman wisata alam sesuai UU No. 5 Tahun 1990 sebagai suatu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata alam (wisata alam) dan disesuaikan dengan kondisi biofisik kawasan dan keragaman obyek dan atraksi wisata alam. Zona yang dapat dikembangkan di TWAS ialah zona intensif, zona semi intensif dan zona ekstensif. Ruang yang dapat dikembangkan ialah ruang penerimaan dan pelayanan, ruang wisata inti, ruang wisata penunjang dan ruang konservasi.ABSTRACTSorong Natural Tourism Park (SNTP) is a potentiall resource forest area which consists of potenstial landscape and it attractive objects such as topographical diversity, hydrology, highly abundant of flora fauna as well as natural view sublimity. Currently, seems that SNTP has not optimally managed yet so as it needs further management and space in the SNTP. Expansion activities in SNTP directed towards nature tourism action and adapted to both condition and function of the area. Landscape arrangement plan is refer to the basic concept of natural tourism park as a region for developed tourism in the form of regional spatial and divided by specific biophysical potency and tourism. Circulation path system is developed as a liaison between zone and attraction. Zone planned in SNTP are intensive, semi intensive and extensive while space planned are receptions and services, core tourism area, supporting area and conservation.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoind
dc.publisherPusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/JML/article/view/18564/11857
dc.rightsCopyright (c) 2017 Jurnal Manusia dan Lingkungan
dc.subjectkonsep penaatan lanskap; pemanfaatan kawasan; ruang wisata; taman wisata alam; zonasi wisata; area utilization; landscape planning; natural tourism park; space tourism; tourism zone
dc.titleKONSEP PENATAAN LANSKAP UNTUK WISATA ALAM DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM SORONG (Landscape Arrangement Concept for Natural Tourism at Sorong Natural Tourism Park)
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/18564
dc.journal.info['Jurnal Manusia dan Lingkungan; Vol 21, No 3 (2014): November; 356-365', '2460-5727', '0854-5510']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record