Show simple item record

Pemberdayaan Perempuan dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi;
Jejak Nepotisme: Mengurai Benang Kusut Ketidakadilan;
Referendum Timor Timur - Seri I;
Mengkaji Opsi Revisi UU ITE;
MERDEKA BELAJAR: Konstruksi Pedagogi Kritis dalam Kurikulum Merdeka

dc.creatorMarlina Eliyanti Simbolon
dc.creatorFazrul Prasetya Nur Fahrozy
dc.creatorSindi Ladya Baharizqi
dc.creatorAna Kuswanti
dc.creatorDzakwan Mu'aafi
dc.creatorPusat Data dan Analisa Tempo
dc.creatorPusat Data dan Analisa Tempo
dc.creatorSiti Komariah
dc.creatorWilodati
dc.creatorSri Wahyuni
dc.date.accessioned2025-10-09T07:02:52Z
dc.date.available2025-10-09T07:02:52Z
dc.date.issued2024
dc.date.issued2022
dc.date.issued2024
dc.date.issued2019
dc.date.issued2022
dc.date.issued2024
dc.identifier.isbn978-623-02-8445-8
dc.identifier.isbn978-623-02-5391-1
dc.identifier.isbn978-623-183-809-4
dc.identifier.isbnnoisbn
dc.identifier.isbnnoisbn
dc.identifier.isbn978-623-5498-46-1
dc.identifier.other978-623-124-400-0
dc.identifier.other978-623-124-366-9
dc.identifier.other978-623-183-810-0
dc.identifier.other978-623-207-325-8
dc.identifier.other978-623-05-2029-7
dc.identifier.other978-623-5498-47-8
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/41189
dc.description.abstractDi akhir tahun 2023, Indonesia mendapat kado spesial dengan diakuinya bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO. Hal ini menandakan bahwa bahasa Indonesia telah melanglang dunia dengan dipakai lebih dari 275 juta penutur dan masuknya kurikulum bahasa Indonesia di 52 negara di dunia, membuat kita semakin bangga pada bahasa pemersatu ini. Buku berjudul Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ini membahas bahasa Indonesia mulai dari sejarah, ragam dan konsep bahasa Indonesia, kaidah PUEBI, kalimat efektif, paragraf, plagiarisme, penulisan kutipan, daftar pustaka, aplikasi sitasi, hingga penulisan karya ilmiah. Buku ini dapat menjadi referensi untuk mahasiswa memperdalam bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Selain itu, isi dari buku ini sangat relevan diterapkan tidak hanya di satu mata kuliah saja tetapi di setiap mata kuliah bahkan dalam pengerjaan tugas akhir atau skripsi.
dc.description.abstractPemberdayaan SDM khususnya bagi perempuan membutuhkan wadah dan media dalam menyebarkan informasi guna mempermudah dalam pencapaian tujuan yang diharapkan pada komunikasi kelompok Pekka. Penggunaan pisau analisis sangat dibutuhkan, yaitu dengan komunikasi menjadi alat utamanya, komunikasi kelompok bonafide sebagai grand teori, dan komunikasi partisipatif, pemberdayaan masyarakat serta kemandirian ekonomi untuk menyukseskan implementasi pemberdayaan kemandirian ekonomi perempuan. Buku ini dirasa penting sebagai suatu implementasi keilmuan dan kepakaran yang penulis miliki. Pemberdayaan perempuan ini merupakan basis gender dan partisipasi perempuan melalui peranan dan tanggung jawabnya dalam keluarga. Kontribusi dan peranan sebagai individu dalam kelompok, dan lingkungan di mana ia berada. Buku ini juga dapat memberikan pencerahan terkait pemberdayaan perempuan, dan peranannya di masyarakat. Hal ini diharapkan dapat sebagai referensi dan bahan bacaan, serta dapat mendukung materi bacaan bagi penelitian berikutnya yang lebih komprehensif. Pembahasannya memuat cakupan materi tentang komunikasi pembangunan, komunikasi partisipatif, gender, dan pemberdayaan perempuan.
dc.description.abstractJejak Nepotisme akan membawa pembaca pada sebuah perjalanan sejarah tentang bagaimana pejabat negara telah lama terlibat dalam praktik nepotisme tanpa adanya tindakan yang tegas untuk menangani kasus-kasus tersebut. Namun, tak sekadar membahas praktik nepotisme dalam konstruksi pemerintahan dalam negara. Tujuannya bukan untuk menyalahkan, melainkan lebih pada kesadaran bagaimana nepotisme dapat terjadi tanpa melanggar aturan yang ada. Selain itu, buku ini juga mencatat bagaimana nepotisme telah menjadi bagian dari budaya politik di banyak negara. Namun, hal itu tidak selalu dipandang sebagai tindakan yang slaah atau melanggar hukum. Bagi sebagian, praktik ini dianggap sebagai cara yang sah untuk memperkuat hubungan sosial dan memastikan kesetiaan dalam lingkaran kekuasaan.
dc.description.abstractJAKARTA - Pengamat energi dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, meminta PT Pertamina (Persero) mengembangkan kualitas dan teknologi kilang-kilang miliknya.
dc.description.abstractUndang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik digunakan untuk menjerat mereka yang melancarkan kritik. Presiden meminta anak buahnya mengkaji opsi revisi setelah muncu kritik terhadap pemerintah. Usul membuat pedoman penafsiran lebih kental ketimbang revisi
dc.description.abstractBuku ini menjelajahi konsep dan sejarah pedagogi kritis, memberikan dasar pemahaman yang kuat tentang peran pendidikan dalam membangun kesadaran kritis. Bagian pertama membahas pemahaman konsep pedagogi kritis, sejarah perkembangannya, dan tokoh-tokoh utama yang mempengaruhinya. Selanjutnya, buku ini mengaitkan pedagogi kritis dengan konsep Merdeka Belajar, mengeksplorasi bagaimana Merdeka Belajar membangun kesadaran kritis, tantangan implementasinya, dan strategi pembelajaran yang responsive dari berbagai pendapat tokoh pedagogi kritis. Di bagian akhir, buku ini menggabungkan telaah Merdeka Belajar dan pedagogi kritis, menyoroti sinergi antara keduanya dalam transformasi pembelajaran di kelas modern.
dc.language.isoid
dc.language.isoid
dc.language.isoid
dc.language.isoid
dc.language.isoid
dc.language.isoid
dc.publisherDeepublish Digital
dc.publisherDeepublish Digital
dc.publisherJejak Pustaka
dc.publisherTempo Publishing
dc.publisherTempo Publishing
dc.publisherUNISMA PRESS
dc.subjectBahasa Dan Sastra
dc.subjectBahasa Indonesia
dc.subjectSosial
dc.subjectSosial
dc.subjectPolitik
dc.subjectSosial
dc.subjectPolitik
dc.subjectSosial
dc.subjectPolitik
dc.subjectSosial
dc.subjectSosiologi
dc.titleBahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
dc.titlePemberdayaan Perempuan dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi
dc.titleJejak Nepotisme: Mengurai Benang Kusut Ketidakadilan
dc.titleReferendum Timor Timur - Seri I
dc.titleMengkaji Opsi Revisi UU ITE
dc.titleMERDEKA BELAJAR: Konstruksi Pedagogi Kritis dalam Kurikulum Merdeka
dc.typeBook
dc.typeBook
dc.typeBook
dc.typeBook
dc.typeBook
dc.typeBook


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record